Showing posts with label filter air tradisional. Show all posts

Filter Air Haji Ali Dinar (FAHAD)


Filter Air Haji Ali Dinar (FAHAD) adalah :

@ Alat penjernih air unik dengan teknologi sederhana. Tidak seperti filter air biasa berupa  tabung PVC yang instalasi pemasangannya rumit dan merepotkan, FAHAD menempatkan alat penjernih air khusus FAHAD dan media saringannya langsung kedalam toren/bak/drum fiberglass, sehingga  instalasinya simpel dan cepat.

@ FAHAD terbuat dari bahan alami yang halal, aman, tanpa bahan kimia, dengan merk terdaftar. Bahan-bahan alaminya berupa batu, kerikil, pasir, ijuk, serat nira, yang diolah sedemikian rupa untuk dapat menyaring air kotor menjadi air jernih dan bersih secara efektif dan efisien.

@ Alat penjernih air FAHAD tidak perlu perawatan rutin khusus seperti kuras filter atau back wash filter, sehingga tidak merepotkan dan tidak perlu membuang-buang air untuk menguras filter air unik ini. Perawatan dilakukan hanya 1 tahun sekali.

@ FAHAD menjamin setelah instalasi pemasangan, air yang dihasilkan akan langsung jernih, bersih, terbebas dari segala bau tak sedap, dengan memberikan garansi selama 1 tahun untuk kualitas air jernih dan bersih.


AIR JERNIH BERSIH 
TANPA REPOT KURAS FILTER

@ SOLUSI JITU : Untuk Mengatasi masalah air keruh, kotor, dan bau (akibat kandungan zat besi, mangan, & kapur yg tinggi), TANPA REPOT menguras dan membersihkan filter air. Sementara filter air lain repot menguras, membersihkan, dan  merawat filter minimal 2X seminggu agar air yg dihasilkan tetap bersih. Kami menjamin air yang dihasilkan akan langsung jernih, bersih, dan tak berbau, dengan memberikan GARANSI 1 TAHUN.


@ FILTER AIR UNIK yang lain daripada yang lain :
- merek terdaftar
- teknologi yg simpel dan tidak merepotkan
- terbuat dari bahan alami yg halal
- tanpa bahan kimia
- tanpa tabung
- tidak perlu perawatan rutin khusus seperti kuras filter (backwash filter)
- tidak perlu membuang-buang air untuk menguras filter
- Perawatan dilakukan hanya tiap 1 tahun skali. 


@ HARGA ALAT FILTRASI, MEDIA SARING, dan INSTALASI


Bandung dan sekitarnya

*
Untuk toren air 500 liter  : tlp/sms/wa

*
Untuk toren air 1000 liter : tlp/sms/wa

Jakarta, Banten, dan wilayah Jawa Barat lainnya


*
Untuk toren air 500 liter  :   tlp/sms/wa

*
Untuk toren air 1000 liter :   tlp/sms/wa


# Catatan
 
• Harga hanya untuk alat filter khusus sebesar ember 5 galon, media saring batu pasir ijuk serat, dan pemasangan.
 
• Toren untuk filter dan toren untuk penampung air bersih, dudukan toren, pipa, harus disediakan sendiri.
 
• Untuk pemasangan filter air fahad harus sudah siap dulu 2 toren dan penempatannya toren #1 (toren filter) sudah di atas toren #2 (toren penampung air bersih).
 
• Setelah siap dgn 2 toren dan penempatannya, kami baru bisa datang untuk memasang alat dan media saring ke dalam toren #1 (toren filter air).
 
• Garansi air bersih 1 thn setelah pemasangan.
 
• Ganti media setiap 1 thn sekali.
 
• Instalasi untuk industri/pabrik, dikenakan tarif khusus yang dapat dinegosiasikan.
 
 
@ HUBUNGI KAMI

PADEPOKAN BANYU MUDAL

Jl. Aliyuda No. 122, RT.07, RW.01, Cipamokolan Rancasari, Soekarno-Hatta, Bandung.

Tlp/SMS
/Whatsapp  :  0812 238 7459



Posted in , , , , , | Comments Off

FAHAD Bukan Filter Air Konvensional



Banyak pengguna filter penjernih air yang kecewa setelah membeli dan memasang filter air, karena setelah beberapa hari dipasang, air kembali menjadi kotor, keruh, berbau. Ternyata filter penjernih air konvensional memang harus rutin dirawat dengan cara dikuras atau back wash filter, jika tidak maka air akan kembali kotor dan berbau. Masalahnya, konsumen biasanya malas untuk menguras filter air karena memang merepotkan dan memboroskan air tanah.

Menguras filter air atau back wash adalah bagian dari perawatan filter air konvensional yang dilakukan dengan mencuci media yang berada di dalam filter menggunakan air yang dipompakan kedalam filter. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada media filter. 

Pengurasan dilakukan secara berkala tergantung kondisi air tanah (antara 2-3 hari sekali). Jika tidak dikuras, kotoran dari air yang disaring akan menumpuk dan menyumbat media filter. Akibatnya, kualitas air kembali memburuk dan debit air yang keluar akan semakin kecil.

Masalahnya, rutinitas menguras filter air ini sangat lama, merepotkan, dan harus menggunakan air tanah yang dipompakan kedalam filter air. Air tanah dipompakan kedalam filter air sambil menutup buka keran pada filter secara bergantian sesuai prosedur. Proses back wash ini harus dilakukan sampai air yang keluar dari filter menjadi bersih kembali. Jika filter air tidak lagi menghasilkan air bersih walaupun telah berkali-kali dilakukan back wash, tandanya media di dalam filter harus segera diganti.

Solusi Alat Pejernih Air FAHAD 

Dengan menggunakan alat penjernih air FAHAD yang sangat unik dan handal ini, ketersediaan AIR JERNIH & BERSIH di tempat Anda akan TERJAMIN (dengan garansi 1 tahun), TANPA REPOT rutinitas mencuci media filter air (back wash) & memboroskan air hanya untuk merawat filter air, seperti pada filter air konvensional.

Perawatan alat penjernih air FAHAD sangat mudah dan murah hanya 1 tahun sekali, dengan cara mengganti media serat, batu, & pasir nya saja.




Posted in , , , , , , , , , , | Comments Off

Air Bersih Bebas Bakteri dan Zat Kimia


AIR merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup. Bila manusia, hewan, dan tumbuhan kekurangan air, maka akan mati. Pokoknya, pengaruh air sangat luas bagi kehidupan, khususnya air untuk makan dan minum. Orang akan dehidrasi atau terserang penyakit bila kekurangan cairan dalam tubuhnya.

Persoalannya, saat ini kualitas air minum di kota-kota besar di Indonesia masih memprihatinkan. Kepadatan penduduk, tata ruang yang salah dan tingginya eksploitasi sumber daya air sangat berpengaruh pada kualitas air. 


Pendapat itu diungkapkan dua ahli air bersih dan limbah cair, Arie Herlambang dan Nusa Idaman Said dari Pusat Pengajian dan Penerapan Teknologi BPPT kepada Media baru-baru ini. Nusa Idaman Said menjelaskan pemerintah telah mengeluarkan Kepmenkes No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. "Syarat air minum sesuai Permenkes itu harus bebas dari bahan-bahan anorganik dan organik. Dengan kata lain kualitas air minum harus bebas bakteri, zat kimia, racun, limbah berbahaya dan lain sebagainya," kata Arie.

(!) Parameter kualitas air minum yang berhubungan langsung dengan kesehatan sesuai Permenkes tersebut adalah : 


Yang berhubungan dengan mikrobiologi, seperti bakteri E.Coli dan total koliform. 

Yang berhubungan dengan kimia organik berupa arsenik, flourida, kromium, kadmium, nitrit, sianida dan selenium.

Yang berhubungan dengan kimiawi berupa aluminium, besi, khlorida, mangan, pH, seng, sulfat, tembaga, sisa khlor dan amonia.

(!)
Sedangkan parameter yang tidak langsung berhubungan dengan kesehatan, antara lain berupa bau, warna, jumlah zat padat terlarut (TDS), kekeruhan, rasa, dan suhu. 


Pencemaran air di kawasan kota-kota besar di Indonesia, lanjut Arie, sangat besar. Berdasarkan data statistik BPS (Badan Pusat Statistik) DKI Jakarta 1998 sekitar 50% rumah tangga menggunakan air ledeng (PDAM), air tanah dengan menggunakan pompa sebesar 42,67%, sumur gali 3,16% dan lainnya 0,63%.

"Permasalahan mulai muncul pada produk kualitas air minum. Kualitas air sungai dan air tanah kurang memenuhi syarat. Banyak orang buang sampah, kotoran maupun limbah ke sungai. Bahkan, ada cara lain membuang limbah berbahaya dengan menanam di kedalaman beberapa meter," kata Arie.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sumber air bersih di Jakarta berasal dari Sungai Citarum (80%), Cisadane (15%) dan sisanya Ciliwung. Sungai-sungai tersebut melintasi berbagai pedesaan, permukiman, industri, dan transportasi yang cukup padat. Namun, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan masih rendah, sehingga sungai salah satu sumber daya alam rentan tercemar.
Di daerah pedesaan pun masyarakat mengalami krisis air layak untuk minum. Penggunaan pestisida berlebihan mencemari air di persawahan yang kemudian mengalir ke sungai dan dimanfaatkan masyarakat untuk kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit masyarakat desa pun mencuci dengan deterjen di pinggir kali.


Demikian juga masyarakat pesisir kesulitan mencari air tawar. Akibatnya, mereka menggunakan air laut dengan kadar garam tinggi.

"Sementara itu, teknologi pengolahan air minum yang digunakan PDAM masih tertinggal. Dalam mengolah air baku menjadi air layak minum teknologi yang digunakan PDAM hanya menghilangkan bakteri E. Coli dan besi. Sedangkan kandungan karsinogen tidak pernah dilakukan,'' ujar Arie.

Air dan kesehatan

Apa yang dikatakan Arie dibenarkan oleh Nusa yang menyelesaikan program master di bidang Enviromental and Sanitary Enggineering di Universitas Kyoto Jepang. Ia melihat pengelolaan air baku air minum di PDAM masih menyisakan zat karsinogen.

"Karena banyaknya zat organik dan nonorganik di dalam air baku, maka PDAM akan memberikan khlor ke dalam air sebagai disinfektan. Jumlah yang diberikan cukup banyak karena disesuaikan dengan jumlah zat organik yang terkandung di air. "Dosis khlor yang cukup besar itu bisa bereaksi dengan senyawa lain menjadi khloroform, khlorofenol, dan sebagainya." 


Selama ini PDAM tidak pernah menganalisa senyawa-senyawa baru akibat pemberian khlor secara berlebihan itu. Padahal, efeknya bisa memunculkan radikal bebas."

Jadi, munculnya penyakit-penyakit itu sebetulnya disebabkan oleh buruknya kualitas air minum,'' kata Nusa. Bahkan, lanjutnya, unsur besi, deterjen, dan polutan lainnya masih dijumpai pada air meskipun penampakannya bening dan bersih.

Arie menambahkan kontaminasi air minum yang dipasok untuk keperluan masyarakat umum dapat terjadi akibat limbah industri, limbah domestik, limbah bahan berbahaya dan beracun, korosi dari pemipaan dan juga akibat hasil samping dari proses disinfeksi dengan senyawa khlor. Proses kontaminasi dapat terjadi mulai dari sumber air baku, selama proses pengolahan ataupun pada pipa distribusinya.

Oleh sebab itu, lanjut Arie, penduduk Indonesia sampai sekarang pun masih sulit terbebas dari penyakit diare, kolera, disentri hingga tifus. Sebab, penyakit tersebut berhubungan dengan air (waterborne deseases). Nusa melihat hubungan antara kualitas kesehatan masyarakat dengan air bersih yang dikonsumsi saling terkait. Selain diare, tifus, kolera maupun disentri,
penyakit lain yang banyak dijumpai adalah hepatitis A dan poliomelistis anterior akut.

Kedua peneliti ini menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya zat kimia di dalam air minum. Banyak dijumpai masyarakat mengalami keracunan air minum karena adanya senyawa kimia dalam air minum melebihi ambang batas konsentrasi yang diizinkan, kata Arie.

Sebetulnya senyawa kimia ini bisa secara alamiah maupun akibat kegiatan manusia mencemari air minum. Beberapa zat kimia yang bersifat racun terhadap tubuh manusia adalah logam berat, pestisida, senyawa polutan hidrokarbon, zat-zat radio aktif alami atau buatan dan sebagainya.

Sebagai contoh adalah nitrat yang biasa ditemukan dalam kegiatan pertanian. Pencemaran nitrat disebabkan air limbah pertanian mengandung senyawa nitrat akibat penggunaan pupuk nitrogen (urea). Senyawa nitrat dalam air minum dalam jumlah besar menyebabkan methaemoglobinameia. Penyakit ini adalah kondisi haemoglobin di dalam darah berubah menjadi methaemoglobin,
sehingga darah kekurangan oksigen.

Flourida (F) adalah senyawa kimia yang alami pada air di berbagai konsentrasi. Pada konsentrasi kecil sekitar 1,5 mg/l akan bermanfaat pada kesehatan gigi. Apabila konsentrasi tinggi (lebih dari 2 mg/l) menyebabkan kerusakan gigi (gigi bercak-bercak). Bila lebih besar lagi 3-6 mg/l menyebabkan kerusakan pada tulang. Dosis flourida di dalam air minum maksimal 0,8 mg/l.

Unsur berbahaya lainnya adalah air raksa (merkurium, Hg) adalah logam berat berunsur racun terhadap tubuh. Limbah merkurium akibat industri pernah menimbulkan korban jiwa pada kasus Minamata Jepang, 1950.

Air minum pun tidak boleh tercemar kadmium (Cd). Air minum biasanya mengandung Cd dengan konsentrasi 1 ug atau kadang-kadang mencapai 5 ug. WHO telah mengeluarkan rekomendasi kadar Cd dalam air minum sebesar 0,01 mg/l sedangkan Peraturan Pemerintah No 20/1990 kadar maksimum Cd dalam air minum sebesar 0,005 mg/l.

Zat racun lainnya dalam Selenium yang biasa ditemukan di daerah seleniferous (tadah hujan). Di daerah semacam itu kandungan selenium dalam air tanah (sumur) ataupun permukaan bisa tinggi. WHO menetapkan kadar selenium pada air minum sebesar 0,01mg/l sedangkan Peraturan Pemerintah No 20/1990 merekomendasikan kadar selenium yang diperbolehkan 0,01 mg/l.

(Nda/V-1 Selasa, 22 Maret 2005 )

Posted in , , , , , , , , , | Comments Off

Lubang Resapan Biopori



Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah metode pembuatan lubang-lubang pada permukaan tanah untuk menambah resapan air hujan kedalam tanah, sehingga ketersediaan air tanah dapat terjaga. Fungsi lain LRB adalah mencegah banjir, dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Pembuatan LBR  ini juga sekaligus menghasilkan pupuk Kompos yang lebih ramah lingkungan. Metode LBR  dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.

Yayak Yatmaka seorang alumni Seni Rupa ITB angkatan 1977, telah menciptakan lukisan-lukisan tentang cara-cara membuat Lubang Resapan Biopori (LRB). Beliau mengajarkan kepada kita tentang pembuatan dan manfaat Lubang-Lubang Resapan Biopori, dan juga meng-kampanyekan-nya dengan cara   membagikan poster-poster tentang LRB berikut ini.


Poster #1 :  Penjelasan tentang Lubang Resapan Biopori & alat-alat yang diperlukan untuk membuat lubang biopori




Poster #2 : Cara membuat Lubang Resapan Biopori




Poster #3 : Apa saja yang bisa dimasukan kedalam Lubang Resapan Biopori




Poster #4 :  Memanen kompos dan manfaat multi guna Lubang Resapan Biopori






Link untuk mengunduh (download) ke-4 poster tersebut :

http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/files/Biopori/

Posted in , , , , , , , , , | Comments Off

Air Bermineral


Tinjau kembali air minum yang digunakan untuk kegiatan, kantor, atau pribadi. Jangan hanya melihat iklan, kebiasaan yang ada, atau pendapat umum, tetapi pertimbangkan informasi berikut ini.


1. Air minum

Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002).

Menurut Kementerian Kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan tidak mengandung logam berat.

Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100°C, namun banyak zat berbahaya, terutama logam, yang tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.


2. Air Organik

Umumnya air mengandung mineral anorganik. Mineral anorganik tersebut antara lain Besi, Mangan, Tembaga, Ferrum, Merkuri, dan Aluminium. Air yang sama sekali tidak mengandung unsur kimia lain selain H2O (air) itu sendiri disebut air organik.

Setiap air minum selalu mengandung partikel yang terlarut yang tidak tampak oleh mata, bisa berupa partikel padatan seperti kandungan logam (Besi, Aluminium, Tembaga, Mangan), maupun partikel non padatan seperti mikro organisma.

Untuk mengukur kadar mineral anorganik digunakan TDS meter (Total Dissolved Solids) meter, yaitu alat untuk mengukur total zat padat yang terlarut dalam zat cair. Satuan yang digunakan adalah ppm (part per million) atau (mg/L). Semakin besar TDS air berarti semakin banyak mineral anorganik yang terdapat di dalamnya. Air organik mempunyai TDS 0 ppm.

Contoh gambar alat TDS meter :








 




3. Kategori air

> 100 ppm       :  bukan air minum
10 – 100 ppm   :  air minum
1 – 10 ppm       :  air murni
0 ppm               :  air organik

(SUMBER http://id.wikipedia.org/wiki/Air_minum)


4. Hasil pengukuran TDS air oleh KSU Pointer

- TDS dari air sumur di daerah Sedati, Sidoarjo (15 km dari Lumpur Lapindo) adalah 1.002 ppm.
- TDS dari beberapa air terjun dan sumber air di daerah Malang adalah 23-117 ppm.
- TDS dari NEWater (air produksi pemerintah Singapura) adalah 15 ppm.
- TDS dari beberapa merek air minum, air isi ulang, air PDAM, dan air sumur di daerah Malang.

(SUMBER http://ksupointer.com/2010/minumlah-air-organik)


Saran: Minumlah air yang TDS-nya rendah demi kesehatan.


Oleh Johanis Rampisela

Posted in , , , , , , , , , , | Comments Off