Showing posts with label water filter. Show all posts

FAHAD Bukan Filter Air Konvensional



Banyak pengguna filter penjernih air yang kecewa setelah membeli dan memasang filter air, karena setelah beberapa hari dipasang, air kembali menjadi kotor, keruh, berbau. Ternyata filter penjernih air konvensional memang harus rutin dirawat dengan cara dikuras atau back wash filter, jika tidak maka air akan kembali kotor dan berbau. Masalahnya, konsumen biasanya malas untuk menguras filter air karena memang merepotkan dan memboroskan air tanah.

Menguras filter air atau back wash adalah bagian dari perawatan filter air konvensional yang dilakukan dengan mencuci media yang berada di dalam filter menggunakan air yang dipompakan kedalam filter. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada media filter. 

Pengurasan dilakukan secara berkala tergantung kondisi air tanah (antara 2-3 hari sekali). Jika tidak dikuras, kotoran dari air yang disaring akan menumpuk dan menyumbat media filter. Akibatnya, kualitas air kembali memburuk dan debit air yang keluar akan semakin kecil.

Masalahnya, rutinitas menguras filter air ini sangat lama, merepotkan, dan harus menggunakan air tanah yang dipompakan kedalam filter air. Air tanah dipompakan kedalam filter air sambil menutup buka keran pada filter secara bergantian sesuai prosedur. Proses back wash ini harus dilakukan sampai air yang keluar dari filter menjadi bersih kembali. Jika filter air tidak lagi menghasilkan air bersih walaupun telah berkali-kali dilakukan back wash, tandanya media di dalam filter harus segera diganti.

Solusi Alat Pejernih Air FAHAD 

Dengan menggunakan alat penjernih air FAHAD yang sangat unik dan handal ini, ketersediaan AIR JERNIH & BERSIH di tempat Anda akan TERJAMIN (dengan garansi 1 tahun), TANPA REPOT rutinitas mencuci media filter air (back wash) & memboroskan air hanya untuk merawat filter air, seperti pada filter air konvensional.

Perawatan alat penjernih air FAHAD sangat mudah dan murah hanya 1 tahun sekali, dengan cara mengganti media serat, batu, & pasir nya saja.




Posted in , , , , , , , , , , | Comments Off

Filter Air Tradisional



@ Filter Air Tradisional ini dibuat dengan teknologi sederhana. Tidak seperti filter air biasa berupa tabung PVC yang instalasi pemasangannya rumit dan merepotkan, Filter Air Unik ini menempatkan alat penjernih air inovatif dan media saringannya langsung kedalam toren/bak/drum plastik/fiber, sehingga  instalasinya simpel dan cepat.

@ Filter Air Tradisional ini terbuat dari bahan alami yang halal, aman, tanpa bahan kimia, dengan merk terdaftar. Bahan-bahan alaminya berupa batu, kerikil, pasir, ijuk, serat nira, yang diolah sedemikian rupa untuk dapat menyaring air kotor menjadi air jernih dan bersih secara efektif dan efisien.

@ Filter Air Tradisional ini tidak perlu perawatan rutin khusus seperti kuras filter atau back wash filter, sehingga tidak merepotkan dan tidak perlu membuang-buang air untuk menguras filter air unik ini. Perawatan dilakukan hanya 1 tahun sekali.

@ Filter Air Tradisional ini menjamin setelah instalasi pemasangan, air yang dihasilkan akan langsung jernih, bersih, terbebas dari kadar logam yg tinggi, kuman dan bau, dengan memberikan garansi selama 1 tahun untuk kualitas air jernih dan bersih.


Posted in , , , , , , | Comments Off

FAHAD


Filter Air Haji Ali Dinar (FAHAD), adalah alat penjernih air unik  yang terbuat dari bahan alami yang halal, aman, tanpa bahan kimia, dengan merk terdaftar.

FAHAD sebagai filter air, sangat handal dalam mengatasi masalah sumber air yg kotor, berkadar besi & mangan yg tinggi, serta berbau, menjadi air bersih yang jernih dan tidak berbau dalam waktu singkat.

Penjernih air FAHAD dapat menghasilkan air sesuai standar air bersih, dan kualitas air hasil dari alat penyaring air ini telah terbukti dan teruji melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung "UPTD Sarana Penunjang Diagnostik"  No.Lab : 100/XII/Kim-AM/04

Instalasi alat penjernih air FAHAD  tidak memerlukan perawatan rutin khusus seperti kuras filter atau back wash filter, sehingga tidak perlu membuang banyak air hanya untuk menguras filter air unik ini. Oleh karena itu cadangan air tanah dapat dihemat, maka filter air FAHAD sangat ramah lingkungan.

FAHAD menjamin air yang dihasilkan akan langsung jernih, bersih, dan bebas bau, dengan memberikan garansi selama 1 tahun.

Posted in , , , , , , | Comments Off

Air Bersih Bebas Bakteri dan Zat Kimia


AIR merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup. Bila manusia, hewan, dan tumbuhan kekurangan air, maka akan mati. Pokoknya, pengaruh air sangat luas bagi kehidupan, khususnya air untuk makan dan minum. Orang akan dehidrasi atau terserang penyakit bila kekurangan cairan dalam tubuhnya.

Persoalannya, saat ini kualitas air minum di kota-kota besar di Indonesia masih memprihatinkan. Kepadatan penduduk, tata ruang yang salah dan tingginya eksploitasi sumber daya air sangat berpengaruh pada kualitas air. 


Pendapat itu diungkapkan dua ahli air bersih dan limbah cair, Arie Herlambang dan Nusa Idaman Said dari Pusat Pengajian dan Penerapan Teknologi BPPT kepada Media baru-baru ini. Nusa Idaman Said menjelaskan pemerintah telah mengeluarkan Kepmenkes No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. "Syarat air minum sesuai Permenkes itu harus bebas dari bahan-bahan anorganik dan organik. Dengan kata lain kualitas air minum harus bebas bakteri, zat kimia, racun, limbah berbahaya dan lain sebagainya," kata Arie.

(!) Parameter kualitas air minum yang berhubungan langsung dengan kesehatan sesuai Permenkes tersebut adalah : 


Yang berhubungan dengan mikrobiologi, seperti bakteri E.Coli dan total koliform. 

Yang berhubungan dengan kimia organik berupa arsenik, flourida, kromium, kadmium, nitrit, sianida dan selenium.

Yang berhubungan dengan kimiawi berupa aluminium, besi, khlorida, mangan, pH, seng, sulfat, tembaga, sisa khlor dan amonia.

(!)
Sedangkan parameter yang tidak langsung berhubungan dengan kesehatan, antara lain berupa bau, warna, jumlah zat padat terlarut (TDS), kekeruhan, rasa, dan suhu. 


Pencemaran air di kawasan kota-kota besar di Indonesia, lanjut Arie, sangat besar. Berdasarkan data statistik BPS (Badan Pusat Statistik) DKI Jakarta 1998 sekitar 50% rumah tangga menggunakan air ledeng (PDAM), air tanah dengan menggunakan pompa sebesar 42,67%, sumur gali 3,16% dan lainnya 0,63%.

"Permasalahan mulai muncul pada produk kualitas air minum. Kualitas air sungai dan air tanah kurang memenuhi syarat. Banyak orang buang sampah, kotoran maupun limbah ke sungai. Bahkan, ada cara lain membuang limbah berbahaya dengan menanam di kedalaman beberapa meter," kata Arie.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sumber air bersih di Jakarta berasal dari Sungai Citarum (80%), Cisadane (15%) dan sisanya Ciliwung. Sungai-sungai tersebut melintasi berbagai pedesaan, permukiman, industri, dan transportasi yang cukup padat. Namun, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan masih rendah, sehingga sungai salah satu sumber daya alam rentan tercemar.
Di daerah pedesaan pun masyarakat mengalami krisis air layak untuk minum. Penggunaan pestisida berlebihan mencemari air di persawahan yang kemudian mengalir ke sungai dan dimanfaatkan masyarakat untuk kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit masyarakat desa pun mencuci dengan deterjen di pinggir kali.


Demikian juga masyarakat pesisir kesulitan mencari air tawar. Akibatnya, mereka menggunakan air laut dengan kadar garam tinggi.

"Sementara itu, teknologi pengolahan air minum yang digunakan PDAM masih tertinggal. Dalam mengolah air baku menjadi air layak minum teknologi yang digunakan PDAM hanya menghilangkan bakteri E. Coli dan besi. Sedangkan kandungan karsinogen tidak pernah dilakukan,'' ujar Arie.

Air dan kesehatan

Apa yang dikatakan Arie dibenarkan oleh Nusa yang menyelesaikan program master di bidang Enviromental and Sanitary Enggineering di Universitas Kyoto Jepang. Ia melihat pengelolaan air baku air minum di PDAM masih menyisakan zat karsinogen.

"Karena banyaknya zat organik dan nonorganik di dalam air baku, maka PDAM akan memberikan khlor ke dalam air sebagai disinfektan. Jumlah yang diberikan cukup banyak karena disesuaikan dengan jumlah zat organik yang terkandung di air. "Dosis khlor yang cukup besar itu bisa bereaksi dengan senyawa lain menjadi khloroform, khlorofenol, dan sebagainya." 


Selama ini PDAM tidak pernah menganalisa senyawa-senyawa baru akibat pemberian khlor secara berlebihan itu. Padahal, efeknya bisa memunculkan radikal bebas."

Jadi, munculnya penyakit-penyakit itu sebetulnya disebabkan oleh buruknya kualitas air minum,'' kata Nusa. Bahkan, lanjutnya, unsur besi, deterjen, dan polutan lainnya masih dijumpai pada air meskipun penampakannya bening dan bersih.

Arie menambahkan kontaminasi air minum yang dipasok untuk keperluan masyarakat umum dapat terjadi akibat limbah industri, limbah domestik, limbah bahan berbahaya dan beracun, korosi dari pemipaan dan juga akibat hasil samping dari proses disinfeksi dengan senyawa khlor. Proses kontaminasi dapat terjadi mulai dari sumber air baku, selama proses pengolahan ataupun pada pipa distribusinya.

Oleh sebab itu, lanjut Arie, penduduk Indonesia sampai sekarang pun masih sulit terbebas dari penyakit diare, kolera, disentri hingga tifus. Sebab, penyakit tersebut berhubungan dengan air (waterborne deseases). Nusa melihat hubungan antara kualitas kesehatan masyarakat dengan air bersih yang dikonsumsi saling terkait. Selain diare, tifus, kolera maupun disentri,
penyakit lain yang banyak dijumpai adalah hepatitis A dan poliomelistis anterior akut.

Kedua peneliti ini menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya zat kimia di dalam air minum. Banyak dijumpai masyarakat mengalami keracunan air minum karena adanya senyawa kimia dalam air minum melebihi ambang batas konsentrasi yang diizinkan, kata Arie.

Sebetulnya senyawa kimia ini bisa secara alamiah maupun akibat kegiatan manusia mencemari air minum. Beberapa zat kimia yang bersifat racun terhadap tubuh manusia adalah logam berat, pestisida, senyawa polutan hidrokarbon, zat-zat radio aktif alami atau buatan dan sebagainya.

Sebagai contoh adalah nitrat yang biasa ditemukan dalam kegiatan pertanian. Pencemaran nitrat disebabkan air limbah pertanian mengandung senyawa nitrat akibat penggunaan pupuk nitrogen (urea). Senyawa nitrat dalam air minum dalam jumlah besar menyebabkan methaemoglobinameia. Penyakit ini adalah kondisi haemoglobin di dalam darah berubah menjadi methaemoglobin,
sehingga darah kekurangan oksigen.

Flourida (F) adalah senyawa kimia yang alami pada air di berbagai konsentrasi. Pada konsentrasi kecil sekitar 1,5 mg/l akan bermanfaat pada kesehatan gigi. Apabila konsentrasi tinggi (lebih dari 2 mg/l) menyebabkan kerusakan gigi (gigi bercak-bercak). Bila lebih besar lagi 3-6 mg/l menyebabkan kerusakan pada tulang. Dosis flourida di dalam air minum maksimal 0,8 mg/l.

Unsur berbahaya lainnya adalah air raksa (merkurium, Hg) adalah logam berat berunsur racun terhadap tubuh. Limbah merkurium akibat industri pernah menimbulkan korban jiwa pada kasus Minamata Jepang, 1950.

Air minum pun tidak boleh tercemar kadmium (Cd). Air minum biasanya mengandung Cd dengan konsentrasi 1 ug atau kadang-kadang mencapai 5 ug. WHO telah mengeluarkan rekomendasi kadar Cd dalam air minum sebesar 0,01 mg/l sedangkan Peraturan Pemerintah No 20/1990 kadar maksimum Cd dalam air minum sebesar 0,005 mg/l.

Zat racun lainnya dalam Selenium yang biasa ditemukan di daerah seleniferous (tadah hujan). Di daerah semacam itu kandungan selenium dalam air tanah (sumur) ataupun permukaan bisa tinggi. WHO menetapkan kadar selenium pada air minum sebesar 0,01mg/l sedangkan Peraturan Pemerintah No 20/1990 merekomendasikan kadar selenium yang diperbolehkan 0,01 mg/l.

(Nda/V-1 Selasa, 22 Maret 2005 )

Posted in , , , , , , , , , | Comments Off

Lubang Resapan Biopori



Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah metode pembuatan lubang-lubang pada permukaan tanah untuk menambah resapan air hujan kedalam tanah, sehingga ketersediaan air tanah dapat terjaga. Fungsi lain LRB adalah mencegah banjir, dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Pembuatan LBR  ini juga sekaligus menghasilkan pupuk Kompos yang lebih ramah lingkungan. Metode LBR  dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.

Yayak Yatmaka seorang alumni Seni Rupa ITB angkatan 1977, telah menciptakan lukisan-lukisan tentang cara-cara membuat Lubang Resapan Biopori (LRB). Beliau mengajarkan kepada kita tentang pembuatan dan manfaat Lubang-Lubang Resapan Biopori, dan juga meng-kampanyekan-nya dengan cara   membagikan poster-poster tentang LRB berikut ini.


Poster #1 :  Penjelasan tentang Lubang Resapan Biopori & alat-alat yang diperlukan untuk membuat lubang biopori




Poster #2 : Cara membuat Lubang Resapan Biopori




Poster #3 : Apa saja yang bisa dimasukan kedalam Lubang Resapan Biopori




Poster #4 :  Memanen kompos dan manfaat multi guna Lubang Resapan Biopori






Link untuk mengunduh (download) ke-4 poster tersebut :

http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/files/Biopori/

Posted in , , , , , , , , , | Comments Off

Air Bermineral


Tinjau kembali air minum yang digunakan untuk kegiatan, kantor, atau pribadi. Jangan hanya melihat iklan, kebiasaan yang ada, atau pendapat umum, tetapi pertimbangkan informasi berikut ini.


1. Air minum

Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002).

Menurut Kementerian Kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan tidak mengandung logam berat.

Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100°C, namun banyak zat berbahaya, terutama logam, yang tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.


2. Air Organik

Umumnya air mengandung mineral anorganik. Mineral anorganik tersebut antara lain Besi, Mangan, Tembaga, Ferrum, Merkuri, dan Aluminium. Air yang sama sekali tidak mengandung unsur kimia lain selain H2O (air) itu sendiri disebut air organik.

Setiap air minum selalu mengandung partikel yang terlarut yang tidak tampak oleh mata, bisa berupa partikel padatan seperti kandungan logam (Besi, Aluminium, Tembaga, Mangan), maupun partikel non padatan seperti mikro organisma.

Untuk mengukur kadar mineral anorganik digunakan TDS meter (Total Dissolved Solids) meter, yaitu alat untuk mengukur total zat padat yang terlarut dalam zat cair. Satuan yang digunakan adalah ppm (part per million) atau (mg/L). Semakin besar TDS air berarti semakin banyak mineral anorganik yang terdapat di dalamnya. Air organik mempunyai TDS 0 ppm.

Contoh gambar alat TDS meter :








 




3. Kategori air

> 100 ppm       :  bukan air minum
10 – 100 ppm   :  air minum
1 – 10 ppm       :  air murni
0 ppm               :  air organik

(SUMBER http://id.wikipedia.org/wiki/Air_minum)


4. Hasil pengukuran TDS air oleh KSU Pointer

- TDS dari air sumur di daerah Sedati, Sidoarjo (15 km dari Lumpur Lapindo) adalah 1.002 ppm.
- TDS dari beberapa air terjun dan sumber air di daerah Malang adalah 23-117 ppm.
- TDS dari NEWater (air produksi pemerintah Singapura) adalah 15 ppm.
- TDS dari beberapa merek air minum, air isi ulang, air PDAM, dan air sumur di daerah Malang.

(SUMBER http://ksupointer.com/2010/minumlah-air-organik)


Saran: Minumlah air yang TDS-nya rendah demi kesehatan.


Oleh Johanis Rampisela

Posted in , , , , , , , , , , | Comments Off

Pedoman Air Tanah


Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Upaya Mendapatkan Sumber Air Jernih dan Bersih dari Dalam Tanah


1. Air jernih dan bersih adalah air yang jika ditampung dan didiamkan selama 24 jam akan tetap jernih, tidak keruh, tidak berbau, dan tingkat keasaman dan kebasaan (pH) air nya antara 6,5 - 8,5.


2. Air yang didapatkan dari dalam tanah diperoleh dengan cara :
  • mengebor tanah pakai mesin bor khusus yg relatif cepat hingga kedalama tertentu (air sumur bor),
  • menggali tanah pakai alat gali tanah hingga kedalaman tertentu (air sumur gali).


3. Teknisi sumur bor/gali menggunakan cara tradisional ataupun alat geolistrik,untuk menentukan letak area yang mengandung air tanah serta kedalaman air dan debit airnya.


4. Jenis-jenis Sumur Bor
  • Sumur bor dengan kedalaman 30 s/d 60 meter. Pompa air nya menggunakan Jet  Pump
  • Sumur bor Semi Artesis, kedalaman 40 s/d 100 meter. Pompa airnya menggunakan Pompa Submersible 1 – 1,5 HP.
  • Sumur bor Artesis, kedalaman 60 s/d 200 meter. Pompa airnya menggunakan Pompa Submersible 2-5 HP.


5. Kedalaman pemboran tanah tidak menjadi jaminan dalam mendapatkan air tanah yg bagus.


6. Kualitas air tanah di masing-masing area pasti berbeda, walaupun di bor/gali dengan kedalaman yg sama.
  • pada daerah yang dahulunya bekas rawa atau sawah, biasanya air tanah yang dihasilkan keruh kekuningan atau kemerahan, berbau, dan bila terkena kulit akan terasa lengket.
  • pada daerah di pinggir sungai/kali/parit yang kotor, air tanahnya adalah resapan dari sungai tersbut, sehingga juga akan keruh, berbau, dan biasanya mengandung bakteri e-coli yang berbahaya.
  • pada daerah dataran tinggi air tanah biasanya baru bisa didapatkan setelah mengebor sedalam 150 meter lebih.


7. Kedalaman sumur bor/gali paling minimal adalah 30 meter. Karena jika kedalaman sumur kurang dari 30 meter yang didapatkan hanyalah air resapan dari permukaan tanah saja. Air resapan ini biasanya mengandung bakteri yang berbahaya bagi kesehatan. Pengeboran air dengan kedalaman kurang dari 30 meter juga berisiko mengalami penyusutan air saat musim kemarau. Ketika debit air sumur menurun saat kemarau (biasanya antara 3-10 meter), air susah dihisap oleh pompa air.


8. Sumur air tanah yang ideal adalah dengan kedalaman antara 150 - 250 meter (sumur bor artesis).


9. Jika air yang didapatkan dari dalam tanah tidak sesuai dengan standar air bersih layak konsumsi, maka diperlukan filter/saringan air atau alat penjernih sekaligus pembersih air yang handal. Alat penjernih sekaligus pembersih air ini diperlukan untuk menyaring air tanah dari sumur bor/gali yang kotor, keruh, dan bau akibat kandungan besi, mangan, kapur, dan bakteri-bakteri berbahaya, menjadi air yang jernih, bebas dari bau, dan bersih dari kuman.



Posted in , , , , , , | Comments Off

Jernih Bersih


Air jernih belum tentu bersih. Jernih tidak sama dengan bersih. Tetapi, dalam kehidupan sehari-hari banyak yang mengira air jernih pasti layak diminum. Ini keliru. Air jernih boleh jadi kaya zat berbahaya-beracun yang tidak kelihatan. Jangankan dilihat dengan mata telanjang, memakai mikroskup saja tak terlihat. Ini terjadi karena zat tersebut terlarut. Contohnya, gula pasir yang dilarutkan dalam air. Tak tampak ada gula, airnya tetap jernih tapi manis rasanya. Bagaimana kalau zat tadi bukan gula melainkan zat berbahaya-beracun?

Misalnya begini. Satu gelas air jernih yang layak-minum diberi setetes deterjen, karbol, atau insektisida, atau zat lainnya. Aduk sebentar lalu biarkan beberapa menit. Air akan jernih kembali. Beranikah Anda meminumnya? Andaikata berani, Anda tidak akan langsung sakit karena sedikit kadar racunnya. Tetapi, ginjal, hati dan organ lainnya terancam rusak. Bagaimana kalau air minum Anda berisi sedikit racun tapi setiap hari diminum? Lama-lama zat itu akan makin banyak terkumpul di organ tubuh dan baru menderita setelah lanjut usia. Hari-hari tua atau masa pensiun yang seharusnya bisa tenang malah sakit lantaran air minum.

Begitulah kondisi air minum kita saat ini. Air sumur, apalagi yang dekat dengan selokan, tangki septik, atau di pinggirnya banyak yang mencuci lalu air cuciannya meresap lagi ke dalam sumur, dapat diduga buruk kualitasnya. Jernih tetapi tidak layak diminum. Air PDAM juga begitu. Kalau air bakunya dari sungai yang banyak menerima air sawah, air limbah pabrik dan air limbah rumah tangga bisa dipastikan airnya tercemar. Masalahnya, mampukah teknologi di PDAM mengolahnya?

Hal serupa bisa terjadi pada air minum isi ulang dan air minum kemasan jika unit pengolahnya tidak mampu menangani racun tersebut. Air tanah, termasuk mata air pun tak tertutup kemungkinannya terkotori zat berbahaya-beracun. Ini bergantung pada lapisan batuan (formasi geologi) yang dilewatinya di dalam tanah. Apalagi kalau air itu melewati timbunan sampah semacam TPA (tempat pembuangan akhir), racunnya pasti banyak.

Paparan di atas membuat kita berpikir ulang perihal kualitas air yang biasa diminum. Pada masa kecil, bersihkah air minum kita? Saat remaja, dewasa, dan tua bersihkah air minum kita? Bersihkah air pencuci beras, sayur, ikan, daging, dan kuah sayur di rumah makan, restoran, warung langganan kita? Air minumnya mungkin tampak jernih, tetapi bersihkah? Terlebih lagi kalau sudah dicampur sayur, bakso, kopi, teh, susu, daun pandan, dan lain-lain. Zat berbahaya-beracunnya sudah tak terasa lagi keberadaannya. Kita pun tidak langsung sakit, tidak langsung diare. Itu semua lantaran bakterinya sudah mati karena dipanaskan atau dididihkan. Hanya saja, zat kimia beracun yang larut di dalamnya tidak bisa dihilangkan dengan pemanasan atau pendidihan air. Tidak bisa!

Ilustrasinya sbb: ambillah segelas air selokan atau air comberan lalu panaskan sampai mendidih 100 derajat Celcius selama sepuluh menit. Atau lebih lama lagi, yaitu 20 atau 30 menit. Minumlah. Pasti tidak akan mencret. Sebab, semua kuman atau bakterinya sudah mati. Tetapi zat kimia yang ada di dalamnya tidak hilang. Inilah yang berbahaya bagi organ tubuh kita.


Posted by :  Gede H. Cahyana

Posted in , , , , , , | Comments Off

Trilogi AIR


Pernah ada kejadian muntaber di Padalarang, Bandung Barat yang menyerang 252 orang. Kekurangan air bersihlah penyebabnya. Di Sumatera Selatan dan Lampung pun terjadi wabah serupa saat itu. Nyaris bersamaan. Dan tak hanya di tiga tempat itu. Menurut badan kesehatan dunia, WHO, minimal 2,5 juta orang meninggal tiap tahun akibat wabah semacam itu di seluruh dunia. Krisis air bersihlah biang keroknya.

Begitulah. Air memang sarat manfaat. Tapi, air pun bisa menjadi petaka. Di samping sebagai tempat hidup bakteri berbahaya penyebab muntaber, tifus, kolera, dan disentri, air pun bisa menyebabkan tanah longsor dan banjir. Tak cuma itu, sebagai pelarut segala alias pelarut universal, air mampu melarutkan zat kimia berbahaya. Ini pun ancaman serius bagi kesehatan kita.

Kita diciptakan dari air. Sekitar 75% berat tubuh kita adalah air. Maka kita pasti butuh air. Tentu saja tidak sembarang air. Air yang kita minum mesti menyehatkan. Mesti bersih. Mesti bebas bakteri dan bebas zat berbahaya-beracun. Juga mesti mengandung zat yang bermanfaat bagi tubuh seperti kalsium, magnesium, besi, dan fluor. Itu sebabnya, air murni alias aquades bukanlah air yang bagus buat kesehatan kita. Mineralnya nol. Sedangkan tubuh kita perlu mineral dalam kadar tertentu.

Lantaran itulah kita harus yakin bahwa air yang kita minum tidak membahayakan kesehatan. Baik itu air sumur, air PDAM, air minum kemasan (amik), atau air minum kemasan ulang (amiku, lebih dikenal dengan sebutan air minum isi ulang), semuanya harus bersih. Harus aman. Pertanyaan kita, layakkah air itu diminum?

Jawabannya tentu panjang dan kolom kecil ini tidak akan muat. Tapi yang pasti, air jernih belum tentu bersih! Jernih tidak identik dengan bersih. Sayangnya, kita terbiasa dengan air jernih yang disangka bersih. Padahal bisa saja penuh bakteri dan zat berbahaya-beracun yang tidak terlihat. Tak kasat mata.

Lebih-lebih lagi pencemaran kian merajalela. Nyaris tidak ada sumber air yang belum tercemar. Jangankan di kota besar, di kota kecil pun sudah parah. Boleh dibilang tak ada sungai yang menjadi sumber air baku PDAM yang belum tercemar. Dan ini menentukan apakah air olahan PDAM layak diminum ataukah tidak. Ironisnya, banyak depot amiku dan amik (palsu) yang sumber airnya dari PDAM. Mata air dan air sumur pun tak lepas dari pencemaran.

Lantas, punahkah harapan kita meraih air bersih? Belum! Masih ada peluang. Sekalipun penyakit menular lewat air (disingkat: pemula) dan polusi air sudah meluas, masih ada harapan mendapatkan air jernih yang sekaligus bersih. Apa saja syaratnya agar air layak diminum? Untuk contoh, kita bicarakan saja air PDAM. Yang lainnya pada kali lain.

Air

Ada tiga syarat yang mesti dipenuhi PDAM. Agar mudah diingat, tiga syarat yang disebut trilogi ini saya rangkum dalam satu kata, yakni AIR. Masing-masing huruf adalah singkatan dari Aman, Isi, dan Rutin. Mari kita kupas ringkas satu per satu.

1. Aman.  Air minum harus aman. Ini mutlak, tak bisa ditawar-tawar. Hukumnya wajib. Bila tidak aman akan muncul rasa was-was takut sakit diare, tifus, disentri, gagal ginjal, tekanan darah tinggi, dan lever (hati).

Aman erat kaitannya dengan mutu (kualitas) air, yaitu kualitas fisika, kimia, dan mikrobiologi. Yang termasuk kualitas fisika adalah temperatur, kekeruhan, bau, warna, dan rasa. Adapun kalsium, magnesium, besi, fluor dan lain-lain termasuk kualitas kimia. Terakhir adalah kualitas mikrobiologi seperti bakteri.

Hanya sayangnya, tidak semua syarat itu dapat dipenuhi PDAM. Tidak semua parameter kualitas air mudah dan sudah dipantau harian oleh PDAM. Yang bisa dan biasa diukur sebatas derajat keasaman atau pH, kekeruhan, warna, bau, besi, mangan, kesadahan, CO2 agresif, sisa klor bebas, dan bakteri coli. Yang lainnya belum bisa sebab tidak punya alatnya, atau karena zat kimia dan biayanya mahal.

2. Isi. Maksudnya adalah volume air per orang per hari atau kapasitas. Yaitu, jumlah air yang kita butuhkan secara normal per hari agar bisa hidup sehat. Isi atau volume ini bervariasi untuk tiap orang per hari. Berbeda menurut letak geografis, budaya, dan taraf ekonomi. Musim pun berpengaruh pada kebutuhan air.

3. Rutin. Jika kualitasnya aman dan isinya sudah mencukupi, maka hal ketiga adalah rutinitas alias kontinyu. Air harus tersedia 24 jam sehari. Terus-menerus tiada henti. Jadi, air PDAM harus mengalir seharian. Tak boleh digilir. Apalagi cuma mengalir tengah malam hingga dini hari. Kapan diperlukan, saat itu juga harus bisa diperoleh.

Masih banyak soal air yang mesti kita ungkap. Misal, tekanan sisa, pipa bocor, rekontaminasi, teknologi pengolahan, sumber air baku: sungai, danau, waduk, dan air tanah.

Di lain sisi, sebagai pesaing PDAM, air seperti amik dan amiku, juga air sumur perlu kita bahas. Harus dibeberkan ke masyarakat agar potensi bahayanya bisa kita hindari. Semuanya demi kesehatan kita.


Posted by Gede H. Cahyana



Posted in , , , , , , | Comments Off

Standar Air Bersih


Apakah air jernih yang kita lihat sehari-hari, yang biasa kita minum, sudah benar-benar sehat dan layak untuk kita konsumsi? Dari mana kita tahu air tersebut memang bersih. Pengertian air bersih mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri, adalah air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.

Air bersih disini kita kategorikan hanya untuk yang layak dikonsumsi, bukan layak untuk digunakan sebagai penunjang aktifitas seperti untuk mandi, cuci, kakus (MCK). Karena standar air yang digunakan untuk konsumsi jelas lebih tinggi dari pada untuk keperluan selain dikonsumsi. Ada beberapa persyaratan yang perlu diketahui mengenai kualitas air tersebut baik secara fisik, kimia dan juga mikrobiologi.

1. Syarat fisik
a. Air harus bersih dan tidak keruh
b. Tidak berwarna apapun
c. Tidak berasa apapun
d. Tidak berbau apaun
e. Suhu antara 10-25 C (sejuk)
f. Tidak meninggalkan endapan

2. Syarat kimiawi
a. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun
b. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan
c. Cukup yodium
d. pH air antara 6,5 – 9,2

3. Syarat mikrobiologi
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.

Jika standar mutu air sudah diatas standar atau sesuai dengan standar tersebut, maka akan menentukan besar kecilnya investasi dalam pengadaan air bersih, baik instalasi penjernihan air dan biaya operasi serta pemeliharaannya. Sehingga semakin jelek kualitas air semakin berat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih.

Mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977, penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak, harus memenuhi standar kuantitas dan kualitas, yaitu:

a. Aman dan higienis.
b. Baik dan layak minum.
c. Tersedia dalam jumlah yang cukup.
d. Harganya relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat

Parameter yang ada digunakan untuk metode dalam proses perlakuan, operasi dan biaya. Parameter air yang penting ialah parameter fisik, kimia, biologis dan radiologis yaitu sebagai berikut:

@ Parameter Air Bersih secara Fisika
1. Kekeruhan
2. Warna
3. Rasa & bau
4. Endapan
5. Temperatur

@ Parameter Air Bersih secara Kimia
1. Organik, antara lain: karbohidrat, minyak/ lemak/gemuk, pestisida, fenol, protein, deterjen, dll.
2. Anorganik, antara lain: kesadahan, klorida, logam berat, nitrogen, pH, fosfor,belerang, bahan-bahan beracun.
3. Gas-gas, antara lain: hidrogen sulfida, metan, oksigen.

@ Parameter Air Bersih secara Biologi
1. Bakteri
2. Binatang
3. Tumbuh-tumbuhan
4. Protista
5. Virus

@ Parameter Air Bersih secara Radiologi
1. Konduktivitas atau daya hantar
2. Pesistivitas
3. PTT atau TDS (Kemampuan air bersih untuk menghantarkan arus listrik)

Dengan standar tersebut maka air konsumsi yang kita gunakan akan aman bagi kesehatan kita, karena itu jadilah manusia yang selektif demi kesehatan dan juga keberlangsungan kita. Semoga bermanfaat.

Sumber:
- http://www.presidenri.go.id (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum)
- http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/tugas-kuliah-lainnya/air-bersih

Posted in , , , , , , | Comments Off

Identifikasi Masalah Air


@ Air mengandung zat besi
Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning, bahkan dalam jangka waktu lama akan membentuk endapan kuning dan menempel didasar bak penampungan air. Hal ini disebabkan karena zat besi dalam air berupa ion Fe2+, kemudian zat besi di bak penampungan air tersebut berinteraksi dengan udara bebas sehingga teroksidasi menjadi ion Fe3+ dan berwarna kuning. Besar kecilnya kandungan besi dirumah Anda dapat dilihat dari intensitas warna kuning yang terbentuk.

@ Air kuning permanen
Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.

@ Air berkapur
Air berkapur sangat mudah dikenali, biasanya muncul bercak-bercak putih dikamar mandi Anda. Selain itu, air berkapur menyebabkan pakaian yang dicuci sangat sukar berbusa sehingga boros deterjen dan sabun mandi, pakaian hasil cucian pun terlihat kusam terutama pakaian berwarna putih.

@ Air mengandung mangan
Biasanya kandungan mangan akan meningkat seiring dengan meningkatnya kandungan zat besi. Pertama kali keluar dari kran, air yang dihasilkan nampak jernih, setelah didiamkan akan timbul bercak berwarna cokelat kehitaman.

@ Air dengan pH tinggi
Air normal memiliki kisaran nilai pH 6.5-8.5, apabila > 8.5 air bersifat basa, dan akan terasa licin di kulit. Biasanya ditambahkan suatu senyawa tertentu untuk menaikkan atau menurunkan nilai pH.

Posted in , , , , , , | Comments Off

Kesadahan Air


@ Kesadahan air adalah kandungan mineral-mineral tertentu di dalam air, umumnya ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam  bentuk garam karbonat. Penyebab kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat.
@ Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi.
@ Air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah.

Metode untuk menentukan kesadahan air
Cara paling mudah untuk mengetahui air yang selalu anda gunakan adalah air sadar atau bukan dengan menggunakan sabun. Dalam air lunak, sabun akan menghasilkan busa yang banyak. Ketika air yang anda gunakan adalah air sadah, maka sabun akan sukar berbuih, kalaupun berbuih, berbuihnya sedikit. Kemudian untuk mengetahui jenis kesadahan air adalah dengan pemanasan. Jika ternyata setelah dilakukan pemanasan, sabun tetap sukar berbuih, berarti air yang anda gunakan adalah air sadah tetap. Cara yang lebih kompleks adalah melalui titrasi. Kesadahan air total dinyatakan dalam satuan ppm berat per volume (w/v) dari CaCO3.

Efek kesadahan air
Air sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa masalah. Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral, yang menyumbat saluran pipa dan keran. Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun di rumah tangga, dan air sadah yang bercampur sabun dapat membentuk gumpalan scum yang sukar dihilangkan. Dalam industri, kesadahan air yang digunakan diawasi dengan ketat untuk mencegah kerugian. Untuk menghilangkan kesadahan biasanya digunakan berbagai zat kimia, ataupun dengan menggunakan resin penukar ion.

Cara menghilangkan kesadahan air

1) Untuk menghilangkan kesadahan pada air yang anda gunakan di rumah dapat dilakukan dengan menggunakan zeolit. Anda cukup menyediakan tong yang dapat menampung zeolit. Pada dasar tong sudah dibuat keran. Air yang akan anda gunakan dilewatkan pada zeolit terlebih dahulu. Air yang telah dilewatkan pada zeolit dapat anda gunakan untuk keperluan rumah tangga, seperti mencuci, mandi dan keperluan masak. Zeolit memiliki kapasitas untuk menukar ion, artinya anda tidak dapat menggunakan zeolit yang sama selamanya. Sehingga pada rentang waktu tertentu anda harus menggantinya.

2) Cara lain yang lebih efektif dan efisien adalah dengan menggunakan Filter Air Haji Ali Dinar (FAHAD), karena Fahad menggunakan media alami yang tidak mengandung zat kimia seperti zeolit, namun sangat handal dan ampuh untuk menghilangkan kesadahan air. Media di dalam Fahad terdiri dari bahan-bahan alami seperti : Batu Manik Maya, Pasir Manik Maya, Serat Nira, Abu Sripohaci, Abu Paku Bumi, dan Tepung Batu Kapur. Dengan media alami tersebut, Fahad telah terbukti dan teruji dalam menghilangkan kesadahan air, sehingga air hasil penyaringannya dijamin jernih, bersih, bebas kesadahan air, tidak berbau, dan terasa segar.


Posted in , , , , , , | Comments Off

Awas Bahaya Klorin Pada Air Minum Kita


Banyak dari kita yang sehari-harinya memakai air ledeng. Klorin, khlorin atau chlorine merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses khlorinasi. Sudah umum pula bahwa khlorinasi adalah proses utama dalam proses penghilangan kuman penyakit air ledeng, air bersih atau air minum yang akan kita gunakan.

Sebenarnya proses khlorinasi tersebut sangat efektif untuk menghilangkan kuman penyakit terutama bila kita menggunakan air ledeng. Tetapi dibalik kefektifannya itu klorin juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita.

Dari berbagai studi, berikut ini adalah risiko orang yang meminum air yang mengandung klorin.
1) Memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker kandung kemih, dubur ataupun usus besar.
2) Bagi wanita hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi cacat dengan kelainan otak atau urat saraf tulang belakang, berat bayi lahir rendah, kelahiran prematur atau bahkan dapat mengalami keguguran kandungan. .


Dari manakah asal khlorin?

Air ledeng. Oleh PDAM pada saat “pembuatan” air ledeng umumnya menggunakan air permukaan, yang umumnya akan lebih banyak mengandung kuman atau mikroorganisme merugikan daripada bila dibandingkan dengan air sumur. Campuran khlorin yang berlebihan tentunya akan dapat sampai ke kita dan akan masuk ke dalam tubuh jika kita meminum air yang mengandung khlorin tersebut.

Septik tank atau air pembuangan limbah rumah tangga. Ketika menggunakan pembersih atau pencuci yang mengandung khlorin, bisa jadi air pembuangan hasil cucian tersebut kemudian meresap ke dalam tanah dan mencemari sumur yang merupakan sumber air bersih rumah tangga.

Pembuangan Air Kolam Renang. Kolam renang umumnya menggunakan khlorin sebagai “penjernih” dari mikroorganisme yang ada dalam air. Air buangan dari kolam renang ini juga bisa saja mencemari sumur air bersih warga sekitarnya.  


Bagaimana khlorin tersebut sampai ke tubuh kita?

Lewat air minum. Cara paling utama khlorin masuk ke dalam tubuh adalah melalui air yang kita minum. Umumnya resiko yang lebih “sering” meminumnya adalah orang-orang yang memakai air ledeng sebagai bahan air minumnya.

Lewat udara. Ketika mandi menggunakan ”shower” air panas/hangat, uap air yang masih mengandung khlorin dapat terhirup dan masuk ke dalam tubuh kita. Selain itu walaupun sedikit, bagi sebagian orang klorin juga bisa masuk melalui kulit ketika sedang mandi menggunakan air yang mengandung klorin.  


Cara Mencegah Klorin Masuk ke Dalam Tubuh

Gunakan air sehemat dan seoptimal mungkin untuk mandi (baik shower ataupun berendam), mencuci ataupun memasak dan sebaiknya air yang digunakan adalah air dingin. Lalu bukalah jendela atau ventilasi agar udara yang mengandung klorin dapat keluar dan digantikan dengan udara yang bebas klorin. Sedangkan untuk mengatasi bila anda menaruh klorin pada bak atau sumur sumber air anda, kuraslah bak dan sumur anda.  


Lalu bagaimana dengan Air Mineral kemasan?

Seharusnya pabrik dari pembuat air mineral kemasan mengikuti standar yang ditetapkan tentang batas aman penggunaan klorin. Untuk lebih jauhnya mungkin anda harus bertanya pada pabrik pembuatnya.. apalagi kalo katanya Dari Mata Air Pegunungan  


Bagaimana cara mengurangi kadar klorin dalam air?

Dengan menggunakan Granulated Activated Carbon (GAC) atau butiran karbon aktif sebagai filter air dapat mengurangi kadar klorin dalam air yang akan kita pakai. Filter air dari arang ini efektif untuk mengurangi rasa dan bau dari air. Anda juga dapat sekalian membuat saringan air sederhana yang menggunakan arang sebagai salah satu bahan untuk saringan atau anda dapat juga menggunakan salah satu dari berbagai teknik penyaringan air sederhana untuk mendapatkan air minum.

Tetapi cara terbaik adalah tidak menggunakan klorin untuk disinfeksi air minum dan sebagai gantinya dapat menggunakan bahan-bahan alami seperti sistem penjernih dan pembersih air yang diterapkan oleh Filter Air Haji Ali Dinar (FAHAD), untuk melakukan disinfeksi pada air minum.


Disadur ulang dari :  Aimyaya | Under Kesehatan, teknologi tepat guna.

Posted in , , , , , , | Comments Off

Indikator Sumber Air Tercemar


Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik.

Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu. Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan.

Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami serta polutan buatan. Polutan alami bisa bersumber dari mineral dan mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Polutan buatan manusia berasal dari residu (sisa) bahan kimia. Polutan buatan manusia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami.

Polutan buatan bersumber dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian. Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk kimia dan pestisida.

Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut.

Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seperti dikutip dari India Study Channel, Selasa (25/5/2010) adalah :
  • Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
  • Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem).  Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.
  • Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.
  • Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.
  • Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.
  • Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.

Dikutip dari berbagai sumber.

Posted in , , , , , , | Comments Off